← Arsip sumber
Jurnal2020
Missing for 170 years, the rediscovery of Black-browed Babbler Malacocincla perspicillata on Borneo (BirdingASIA 34)
Makalah rujukan utama penemuan kembali. Yang membuatnya penting bukan cuma fakta "ditemukan", melainkan siapa yang menemukan: dua warga Kalimantan yang ikut tercatat sebagai penulis, bukan sekadar disebut sebagai pemandu.
Klaim yang dapat ditopang
- Black-browed babbler ditemukan kembali pada 2020 di Kalimantan Selatan setelah lebih dari 170 tahun tanpa catatan.
- Dua warga lokal, Muhammad Suranto dan Muhammad Rizky Fauzan, yang pertama menemukan dan memotret burung itu.
- Sebelum 2020, spesies ini hanya dikenal dari satu spesimen abad ke-19.
Keterbatasan sumber
- Naskah lengkap terbit di jurnal cetak BirdingASIA 34:13-14; tautan daring adalah halaman pengumuman resmi penerbit.
- Tipe
- Jurnal
- Keandalan
- Sumber primer
- Penulis
- Akbar, P.G., Nugroho, T.W., Suranto, M., Rizky Fauzan, M., Ferdiansyah, D., Trisiyanto, J.S. & Yong, D.L.
- Lembaga
- Oriental Bird Club (BirdingASIA)
- Tahun
- 2020
- Bahasa
- Inggris
- Topik
- black-browed babbler · Malacocincla perspicillata · penemuan kembali · burung Borneo
- Geografi
- Kalimantan Selatan · Borneo · Indonesia
- Catatan keandalan
- Naskah ilmiah yang memformalkan penemuan kembali black-browed babbler. Terbit di jurnal BirdingASIA 34 (halaman 13-14), terbitan Oriental Bird Club. Tautan ini adalah halaman resmi penerbit yang mengumumkan makalahnya; naskah lengkap ada di jurnal cetak.
- Tanggal dicek
- 2026-06-16
Entri ini bagian dari arsip sumber terbuka NaLI. Setiap klaim dalam artikel kami dapat ditelusuri kembali ke rujukannya.