Editorial
Manifesto
Kenapa NaLI ada, dan aturan main yang kami pegang.
Indonesia menyimpan terlalu banyak cerita yang belum ditelusuri, ekologi yang luput dicatat, sejarah yang nyaris terlupa, dan fenomena yang berdesas-desus tanpa pernah diperiksa. NaLI hadir untuk menelusuri hal-hal itu secara serius, dengan bantuan AI, lalu menceritakannya dengan jujur.
NaLI, Nature Life Intelligence. Riset berbasis sumber terbuka tentang alam dan kehidupan, dibaca dari sudut pandang Indonesia sendiri.
- 01
Jujur soal tingkat keyakinan
Tidak semua yang kami tulis sudah pasti. Maka setiap tulisan diberi label: terverifikasi kuat, didukung sumber, terbatas, atau belum cukup bukti, dan klaim yang masih diperdebatkan ditandai per-klaim. Pembaca berhak tahu seberapa kuat dasar sebuah klaim.
- 02
Tidak ada kepastian palsu
Kami tidak menyimpulkan lebih dari yang bukti izinkan. Lebih baik menulis “belum jelas” daripada terdengar yakin tapi salah.
- 03
Tidak ada tuduhan tanpa bukti
Investigasi berbasis sumber publik. Jika bukti belum cukup untuk menuduh, kami tidak menuduh, kami menelusuri dan menandainya.
- 04
Sumber selalu ditampilkan
Setiap artikel membawa daftar rujukannya. Arsip sumber terbuka untuk diperiksa. Transparansi bukan tambahan, melainkan syarat.
- 05
AI menelusuri, manusia memutuskan
AI membantu menggali, merangkum, dan menyusun. Tapi keputusan editorial, apa yang layak terbit dan dengan label apa, tetap di tangan manusia.
- 06
Bangun sekali, terbitkan rutin
Energi kami untuk menelusuri dan menulis, bukan membangun ulang tanpa henti. Publikasi yang konsisten mengalahkan kesempurnaan yang tak pernah selesai, tapi kualitas dan ketertelusuran sumber selalu didahulukan ketimbang mengejar jumlah.
- 07
Tidak mengklaim yang tak kami lakukan
NaLI bekerja dari sumber terbuka: jurnal, arsip, laporan lembaga, dataset, observasi peneliti, dan foto berlisensi. Kami tidak berpura-pura turun ke lapangan. Tidak ada klaim observasi, pengukuran, atau foto lapangan pribadi kecuali bukti pertama benar-benar ada dan ditampilkan jelas.
“Telusuri sampai ke sumbernya. Ceritakan apa adanya. Tandai yang belum pasti.”