← Arsip sumber
Jurnal1998

Briffa dkk. (1998) - Influence of volcanic eruptions on Northern Hemisphere summer temperature over the past 600 years

Briffa dkk. (1998) merekonstruksi suhu musim panas Belahan Bumi Utara selama enam abad terakhir dari kepadatan cincin pohon di hutan boreal. Studi ini memperlihatkan jejak pendinginan yang muncul setelah letusan vulkanik besar, termasuk anomali dingin tahun 1816 yang menyusul letusan Tambora.

Dalam arsip NaLI, entri ini menopang klaim kuantitatif tentang penurunan suhu musim panas pasca-Tambora, melengkapi tinjauan Oppenheimer dengan bukti proksi paleoklimat.

Batas penggunaannya penting. Proksi cincin pohon punya ketidakpastian dan cakupan spasial terbatas, bukan pengukuran instrumental langsung. Sinyal pendinginan terbesar pun tidak selalu sejajar dengan letusan terbesar, karena faktor musim, lintang, dan dinamika atmosfer ikut menentukan.

Klaim yang dapat ditopang

  • Rekonstruksi cincin pohon menunjukkan penurunan suhu musim panas Belahan Bumi Utara setelah letusan vulkanik besar, termasuk tahun 1816.
  • Besaran pendinginan dapat dikuantifikasi dari proksi, memperkuat kaitan letusan Tambora dengan anomali iklim 1816.

Keterbatasan sumber

  • Proksi kepadatan cincin pohon punya ketidakpastian dan keterbatasan cakupan spasial; bukan pengukuran suhu instrumental langsung.
  • Sinyal pendinginan terbesar tidak selalu sejajar dengan letusan terbesar, karena faktor musim, lintang, dan dinamika atmosfer.
Tipe
Jurnal
Keandalan
Keandalan tinggi
Penulis
Keith R. Briffa, Philip D. Jones, Fritz H. Schweingruber, Timothy J. Osborn
Lembaga
Nature
Tahun
1998
Bahasa
Inggris
Topik
paleoklimat · dendrokronologi · aerosol vulkanik
Geografi
Belahan Bumi Utara · lintang tinggi boreal
Catatan keandalan
Studi peer-review di Nature yang merekonstruksi suhu musim panas Belahan Bumi Utara dari kepadatan cincin pohon. Kuat untuk memperlihatkan jejak pendinginan pasca-letusan besar, termasuk 1816, dengan ketidakpastian khas proksi cincin pohon.
Tanggal dicek
2026-06-28

Entri ini bagian dari arsip sumber terbuka NaLI. Setiap klaim dalam artikel kami dapat ditelusuri kembali ke rujukannya.