← Arsip sumber
Jurnal2008

Meyer & Kump (2008) - Oceanic Euxinia in Earth History: Causes and Consequences

Meyer dan Kump (2008) memberi kerangka besar untuk memahami fenomena yang sering disebut Lautan Canfield, yaitu kondisi laut yang anoksik sekaligus kaya hidrogen sulfida, atau euksinik. Istilah euksinia sendiri berasal dari nama lama Laut Hitam, cekungan euksinik terbesar yang masih ada hari ini.

Tinjauan ini menunjukkan euksinia bukan kejadian sekali saja, melainkan berulang dalam sejarah Bumi, dan beberapa kali menyertai krisis biotik besar termasuk kepunahan massal. Dengan membandingkan lautan purba dan cekungan euksinik modern, para penulis menelaah faktor apa yang memicu lautan beralih menjadi beracun.

Batas penggunaannya perlu dijaga. Tinjauan ini merangkum berbagai hipotesis, dan bobot tiap faktor penyebab masih bervariasi antar peristiwa serta antar peneliti. Entri ini dipakai untuk menopang dasar konsep Lautan Canfield dan kaitannya dengan kepunahan, bukan untuk memastikan satu rantai sebab tunggal.

Klaim yang dapat ditopang

  • Euksinia, kondisi laut anoksik dan kaya sulfida, berulang dalam sejarah Bumi dan menyertai beberapa krisis biotik besar.
  • Laut Hitam masa kini adalah contoh cekungan euksinik yang membantu memahami lautan purba.

Keterbatasan sumber

  • Tinjauan ini merangkum berbagai hipotesis; bobot tiap faktor penyebab masih bervariasi antar peristiwa dan antar peneliti.
Tipe
Jurnal
Keandalan
Keandalan tinggi
Penulis
Katja M. Meyer dan Lee R. Kump
Lembaga
Annual Review of Earth and Planetary Sciences
Tahun
2008
Bahasa
Inggris
Topik
euksinia · Lautan Canfield · anoksia · sejarah lautan
Geografi
Global
Catatan keandalan
Tinjauan di Annual Review of Earth and Planetary Sciences, DOI terverifikasi. Dasar konseptual euksinia lautan dan kaitannya dengan krisis biotik.
Tanggal dicek
2026-06-23

Entri ini bagian dari arsip sumber terbuka NaLI. Setiap klaim dalam artikel kami dapat ditelusuri kembali ke rujukannya.