← Arsip sumber
Media2019

The world's largest bee rediscovered after 38 years (Natural History Museum)

Berguna untuk dua hal: menegaskan skala fisik lebah ini (mandibula sebesar kumbang, bentang sayap lebih dari 6 cm) dan menautkan kisahnya ke Alfred Russel Wallace, yang pertama mengumpulkannya di Maluku pada abad ke-19.

Klaim yang dapat ditopang

  • Lebah raksasa Wallace adalah lebah terbesar di dunia, betinanya bisa mencapai panjang sekitar 3,8 cm dengan bentang sayap sekitar 6,3 cm.
  • Spesies ini tak tercatat di alam liar sejak 1981 sampai ditemukan kembali pada 2019.

Keterbatasan sumber

  • Sumber sekunder lembaga; rincian ekspedisi dan status dirujuk ke pengumuman tim dan penilaian IUCN.
Tipe
Media
Keandalan
Keandalan tinggi
Lembaga
Natural History Museum, London
Tahun
2019
Bahasa
Inggris
Topik
lebah raksasa Wallace · Megachile pluto · penemuan kembali · Maluku Utara
Geografi
Halmahera · Maluku Utara · Indonesia
Catatan keandalan
Artikel dari Natural History Museum London yang merangkum penemuan kembali lebah raksasa Wallace pada 2019, konteks sejarah Wallace, dan ukuran luar biasa spesies ini.
Tanggal dicek
2026-06-16

Entri ini bagian dari arsip sumber terbuka NaLI. Setiap klaim dalam artikel kami dapat ditelusuri kembali ke rujukannya.